Breathless
Adrian: di tahun segitu film ini entertaining banget dari segi tema.
Bayu: emangnya sebelum ini film-film prancis gimana?
Adrian: sebelum ini film hanya melayani orang-orang tua. Makanya orang-orang Cahiers du Cinema bilang film-film setelah PD II sebagai “cinema du papa”. Aku tertarik dengan musiknya yang semuanya musik film-film murahan.
Bayu: aku masih agak bingung soal cinema du papa..
Adrian: film yang cuma dibuat untuk bapak-bapak. Sebelum itu film cuma ngangkat adaptasi drama-drama panggung nggak ada filmmaker prancis yang spesifik dan terangterangan ngangkat kultur dan masalah anak muda.
Windu: yang aku lihat dari film ini sih cara godard membingkai tema tersebut dalam bingkai real time. Hand-held photograhy, gaya dokumenter yang diterapkan pada fiksi belum pernah diterapkan dalam sinema prancis sebelumnya dan ini semua segar sekaligus memberikan penonton persepsi tentang kesekarangan..baik secara estetis maupun content.
Adrian: dan teknik jump-cuts di editingnya. walaupun itu digunakan karena alasannya karena pada waktu itu film prancis yang diputar di bioskop tidak boleh lebih dari 90 menit. Jump-cut itu dipake karena godard harus mengambil momen-momen penting dalam filmnya. aku masih heran soal kenapa orang-orang di jalan itu justru ngeliatin si belmondo dan seberg waktu mereka jalan berdua dan kamera ngikutin dari depan..
Rafif: iya, apa itu sekedar bolongnya film aja? Kalo betul berarti film ini gagal dong?
Windu: nggak gagal sih. Yang aku lihat malah godard berusaha meminimalkan batas antara film dan kehidupan nyata, real-time dengan waktu filmis. Ya ebetulnya ini turunan dari filsafat neorealis.: syuting harus di luar studio, penggunaan aktor non-profesional, bla bla bla.. tapi neorealis sendiripun melakukan manipulasi teatrikal dengan elemen-elemen dramatiknya. di scene hujan film Bicycle Thief ternyata suara hujannya dibuat oleh derap kaki puluhan kuda. Aku pikir ini yang dihindari godard...ketika tracking shot yang kamu bilang tadi justru ia menghapus batas-batas tadi...kalo aku baca di interview dia, dia bilang waktu filmis dan kejadian dalam film itu ya bagian dari kehidupan dan waktu sehari-hari juga...dia hampir nggak pernah pake skenario yang utuh dan penekanannya lebih kepada improvisasi aktor di lapangan. Ini juga berhubungan juga dengan jump-cut yang dipake. Yang diambil bukan cuma momen-momen penting tapi juga selalu dalam bingkai profil karakter tertentu entah seberg, belmondo, atau si jean-pierre melville yang jadi novelis di film ini. Hubungkan dengan seluruh dialog film ini, dan scene wawancara si melville..maka yang kita dapatkan adalah posisi film ini sebagai komentar sosial terhadap film, kehidupan sosio-politik prancis.
Adrian: ok, tapi dari segi musik, poster-poster film yang muncul sebagai set, dan scene anak muda menawarkan jurnal cahiers du cinema ke belmondo jelas-jelas dia pake bahasa orang lain untuk memberikan semacam komentar sosial yang kamu bilang. Dan ini yang hilang dalam film-film prancis sebelumnya. Dengan style yang campur aduk dan comot sana-sini (referensial) dia memang mau mendobrak tradisi film prancis yang kaku banget. Dia ngambil dari hitchcock, film-film gangster-nya bogart... dan di amrik sendiri film-film itu adalah film-film murah, tapi punya gaya yang segar.
Bayu: gimana dengan budget? Apa film ini berbudget besar?
Adrian: budget terbesar film ini untuk mendatangkan jean seberg dari amrik. Yang lainnya relatif lebih kecil dibandingkan dengan film-film prancis jaman itu.
The Cremator
Windu: enaknya kita mulai dari mana ya? Ngehek nih, gw nggak tau banyak soal film ceko!
Iwan: aku datang telat..komentarku seadanya..
Cory: film ini sinting nggak sih....? pusing banget ngeliatnya dan teror banget!
Adrian: gw suka cara dia nempatin scene per scene. Musiknya nggak berhenti ketika kamera nyorot si karl lalu tiba-tiba langsung pindah ke scene dengan waktu dan tempat berbeda. Tapi yang disorot masih muka karl...jenius! dan yang bisa gw tangkep di situ adalah studi karakter si karl. Karl sebagai pusat. orang jahat yang berasa dirinya baik. ..tapi new wave-nya dimana sih ndu?
Windu: Itu dia masalahnya...gw justru nggak terlalu paham film ceko sebelum prague spring. Tapi yang bisa kuamati di sini ya anasir politis yang kuat di setiap film new wave ceko.
Iwan: yang kubaca tentang new wave dimana pun merea selalu mengganti bahasa dialog jadi bahasa visual yang puitik.kayak di film ini...kebencian si karl terhadap orang yahudi diperlihatkan dengan sisipan gambar mata si karl yang terus melirik orang yahudi yang lagi nyanyi/berdoa di ketika dia diundang ke sinagog. Ini diulang terus.
Windu: atau di scene-scene awal ketika karl dan keluarganya di kebun binatang. Gambar detail-deatil wajah karl (mulut, mata kuping) itu juga disisipkan pada shot-shot bagian tubuh binatang tertentu yang dia lihat. Aku tertarik tema film ini: karl merasa menyelamatkan manusia dengan mengkremasi mereka. entah orang mati atau orang hidup yang ia bunuh terlebih dahulu. Ini film terakhir new wave ceko dan dibuat saat rusia menginvasi ceko..dan biasanya kebencian politik di negara-negara komunis selalu diarahkan ke Nazi. Nazi selalu didengung-dengungkan negara sebagai musuh bersama...tapi di film ini sebetulnya sang sutradara sedang mengidentikkan nazi dengan pihak rusia. Di versi lain yan hilang, endingnya dibuat lain: ada tank rusia masuk (settingnya masih PD II), ada beberapa orang bertanya-tanya “kemana si karl?” lalu pindah ke scene lain: wajah karl kopfrikingl memenuhi layah, tersenyum, lalu fade out. Versi ini kemudian di-ban oleh rusia.
Iwan: soal komentar politik aku setuju, tapi tetep harus dicari barunya dimana dong..
Windu: ngehek nih..film-film ceko susah banget dicari di sini. Tapi bisa sih kalo kita bandingin film-film milos forman lainnya. apalagi periode kreatif forman yang kedua itu antara tahun 1980-an sampe 1990-an. itu berbarengan pula dengan new-wave revival-nya ceko. film-filmnya beberapa bisa dicari....mungkin kapan-kapan kita harus bikin pemutaran khusus untuk bahas ceko.
Bonnie and Clyde
Cory: filmnya menyenangkan!
Windu: skripnya nggak seksis.biasanya film-film gangster lain perempuannya selalu perempuan penggoda...
Cory: iya, di film ini malah perempuannya yang punya inisiatif dalam relasi interpersonal antara bonnie dan clyde. Clyde betul-betul merasa harus membuktikan dia tidak impoten lewat aksi-aksi kekerasannya.
Gembul: kenapa film ini dibilang new wave amrik?
Adrian: sebelum ini film-film amrik temanya cuma muter-muter di musikal, drama orang tua..dan nak muda waktu itu betul-betul nggak dapet tempat kecuali di film-film-nya roger corman. Apa yang anak muda harapkan dari sound of music, west side story, dan film-film serupa? Nggak ada tembak-tembakan, kebut-kebutan motor, drugs...padahal konsumen bioskop sudah beralih ke anak muda...
Windu: aku tertarik ngomongin subtext film ini. di negara anglo-saxon selalu ada tradisi penghormatan terhadap penjahat...john dilinger, maureen hindley, charles manson. Di tahun 1960an, saat anak muda menggugat keteraturan, tokoh-tokoh inilah yang jadi idol. Mereka dianggap mengguncang dead white american values, americian dreams, american family...waktu sensor dihapus karakter-karakter anak bandel inilah yang muncul di bioskop-bioskop major, yang sebelumnya sudah ada di bioskop-bioskop grindhouse atau drive-in. Tidak ada keluarga yang beres dalam bonnie and clyde dan kelompok bandit menjadi salah satu alternatif bagi pendefinisian keluarga. Lihat scene terakhir: kaca yang dilubagi peluru disorot dari dekat dan polisi yang telah membunuh bonnie dan clyde mengintip jauh di belakang. Siapa yang sebetulnya sedang dibidik? Polisi membidik si bandit? Ok, tapi penonton juga yang akhirnya dipancing untuk membidik si polisis sebagai simbol dari otoritas.
Adrian: cutting yang cepat juga dipake. Secara psikologis efeknya lebih brutal. Penonton bisa melihat pembantaian dari segala macam sisi. Contoh yang paling gampang dan paralel dari film ini adalah psycho-nya hitchcock. Film-film new wave amrik, atau kritikus biasa nyebut “new hollywood” memakai teknik-teknik yang digunakan oleh film-film new wave prancis. Tapi mereka tetap setia dengan jalur genre.
Windu: tahun-tahun segitu, tulisan-tulisan cahiers du cinema baru diterjemahin dan diadopsi sikap politiknya oleh kritikus amrik, andrew sarris. Makanya ada tuntutan authorship yang kuat di produksi film maupun di wilayah kritik film. Di amerika logis memakai sistem genre karena genre sudah terlalu mapan secara industri. ini didukung juga oleh “anjuran” cahiers untuk menziarahi film-film klasik yang minor, terutama film amrik.
Monik: contoh film yang make teknik gitu lagi apa?
Windu: film-film hongkong! Hidup John Woo!
Elida: waaah, waktu tarantino bikin reservoir dogs semua pada kagum sama gaya harvey keitel nodongin senjata ke musuhnya..padahal john woo udah dari dulu-dulu begitu..
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment